20 Mei 2013- Menggantung

Fadlun sudah disemarang belum? Gimana kabar tentang Yusuf Mansur?
Sender : Pak Alfandi.

DEG! SMS dalam inbok ponselku berbunyi begitu. Bagiku itu pertanyaan yang luar biasa untuk saat ini. aku yang menyerah untuk tidak memakai Ust.Yusuf Mansur lagi dalam agenda seminar di organisasi kampusku. Aku yang membatalkan sepihak agenda ini tanpa konfirmasi terlebih dahulu pada Pak Alfandi, Ketua Jurusanku. Dan sekarang setelah menerima pesannya aku ingin sekali secepatnya membicarakan hal ini, walau malu juga sebenarnya. Namun ku harap setelah bertemu nanti akan ada solusi baik untuk pengganti Ust. Yusuf Mansur.
“ Lho, Fadlun kok ada di sini?” tanyanya ketika menyadari kehadiranku.
“ Fadlun sengaja kesini tanpa SMS bapak terlebih dahulu.”
Pak Alfandi membulatkan mata. “Kenapa?” tanyanya penasaran.
“ Nggak punya pulsa pak.” Jawabku sambil dibarengi senyum tipis.
Pak Alfandi langsung tertawa renyah dan mempersilahkanku duduk di hadapannya.
“ Ooo, kirain lagi ngambek sama jurusannya.”
“ Iya pak, kalau sampeyan tidak bisa bantu buat acara HMJ KPI besok.”
“ Oh begitu, siap.”
Pak Alfandi berusaha terlihat baik, lalu kuputuskan untuk tidak memperpanjang urusan SMS yang tak dibalas, ku lanjutkan perbincangan mengenai agenda yang akan melibatkan Ust. Yusuf Mansur seperti yang ditanyakan beliau lewat SMS sebelumnya. Namun, baru sebentar saja dan mungkin tak ada 10 menitan. Tiba-tiba ponsel Pak Alfandi berbunyi, dan beliau pamit untuk mengikuti rapat di ruang sidang secara mendadak.
Dan dengan terpaksa ku tutup perbincangan dan melangkah keluar ruangan beliau dengan berbaik sangka namun tetap dengan perasaan sedikit kecewa karena tak banyak yang ku hasilkan dari pertemuan ini. Menggantung.

Facebook Comments

Published by dloen

Aku Fadlun, Anak pertama dari 4 bersaudara, kelahiran Indramayu, 19 Juni 1992. punya cita- cita dan mimpi menjadi orang hebat. menempuh pendidikan kuliyah di UIN Walisongo Semarang, besar harapan bisa mengubah perekonomian keluarganya di masa depan.