Dloen Khilaf

tepatnya, sore dini hari.

dloen terpaku, tubuh seakan bergetar tak percaya membacanya. benarkah?

(menjadi wanita paling bahagia~yang ditulis aidh al qarni. hal 113-114. sungguh istimewa ceritanya)

ada perasaan malu yang tiba-tiba merasuk, malu pada allah, orang tua dan malu pula terhadap diri sendiri. malu karena selama ini dloen akrab dengan kesenangan, seperti jalan-jalan, makan enak, dan foya-foya.

malu karena tdk bisa meyisihkan sedikitpun uang untuk esok hari, malu karena tersadar masih minta terhadap orang tua. dloen malu sekali ketika menyadari apa yang sudah diperbuat, terlena.

menangis tertahan rasanya, mencoba mengingat apa yang sudah terlewati, semuanya terbuang percuma hanya untuk menutupi gengsi, menyamakan dgn teman-teman, tak mau kalah atau apalah.

dloen tersadar, ketika cerita itu ditutup dengan kata-kata “jika engkau prnah melakukan kesalahan, belajarlah dari kesalahan itu setelah engkau mengambil pelajaran dari nya”.

dan kini, dloen memantapkan hati, insya allah semuanya akan lebih baik, dloen berjanji tak akan seperti anak kecil yang manja lagi, dloen harus lebih menempatkan diri sesuai dengan baik-benarnya. dloen takut terlena lagi,dloen gak mau esok bkan kebahagiaan yang diperoleh karena tellalu malas, dan manja dengan keadaan.

mau tak mau harus berjuang, belajar agar tak sia-sia nantinya dan membuahkan hasil yang membahagiakan, aminnn……..

Facebook Comments

Published by dloen

Aku Fadlun, Anak pertama dari 4 bersaudara, kelahiran Indramayu, 19 Juni 1992. punya cita- cita dan mimpi menjadi orang hebat. menempuh pendidikan kuliyah di UIN Walisongo Semarang, besar harapan bisa mengubah perekonomian keluarganya di masa depan.

6 replies on “Dloen Khilaf”

  1. 🙂 manusia memang tempat salah dan lupa teteh, dan pilihan untuk berubah itu sudah tepat. Lakukan sekarang juga!

    Ayo, Kartini era digital tak boleh putus asa karena aral!

Comments are closed.